Seperti biasa, mama nelpon, hanya untuk sekedar bercerita. Mama cerita, tadi habis dari Bank BRI pengen ngajukan pinjaman untuk bangun rumah. Sebelumnya dah minjam seh di Bank CIMB NIAGA, untuk bangun rumah nya , tetapi ternyata dananya masih kurang, dan memuaskan pelayanan dari bank ini. Jadinya sih mama ke BRI hanya untuk nanya-nanya, bukan penjelasan detail yang beliau dapat, malah senewen sama pegawai banknya.
Aku nulis ini bukan untuk menjelekkan nama bank tersebut, tapi cuma pengen membandingkan aja, hanya dari sisi pelayanannya. Takutnya ntar malah kena UU IT lagi gara-gara nulis di blog, jadi sebelumnya minta maaf ya ama bank BRI ini bukan bermaksud pencemaran nama baik. Cuma berharap kedepannya bank berplat merah ini semakin bagus dalam pelayanannya. Agar kedepannya bank ini semakin sukses dengan belajar memperbaiki kekurangannya , AMIN.
nah ceritanya seh mama datang tuh ke BRI, nemuin CS nya. Kata si mama di telpon, aduh kk ternyata pelayanan BANK NIAGA dengan BRI jauh banget ya kk. Masa mama ngadep CS nya, si CS masih sibuk dihadapan komputer, tanpa bertanya dengan mama, apa keperluannya. baru itu mama tanya-tanya, mba nya kayak nda ngeranin gitu, waktu mama tanya bunganya, yang jawab cowok yang didekatnya, pegawainya juga seh, dia bilang 18%/tahun, baru tuh CS bilang 1,5% perbulan. Baru seh mama tanya lagi persyaratannya, wah persyaratannya lumayan ribet, padahal gajinya papa kan sudah di BRI, tetapi masih minta ini itu, beda banget sama bank yang pertama di sebut, tanpa harus pindah gaji sudah bisa deal, cukup dengan sertifikat tanah +bangunan. Mama bisa ngomong gini karena punya pembanding pastinya. Dengan pelayanan ramah, bahkan ”memanjakn” customernya. Bank swasta ini telah mendapat hati, dan bandingkan dengan Bank berplat merahyang pelayanannya masih seperti itu.Di bank swasta itu, waktu mama menanyakan, si CS nya langsung melepaskan mata dari komputer, dan dengan ramah melayani customernya.
Disini aku nda bermaksud mencemarkan nama baik bank berplat merah ini, ntar kena lagi UU IT, ka
Padahal itu bank, ya mbak? Yang seharusnya berusaha menggaet, kalau bisa dengan membujuk dan merayu, orang untuk menjadi nasabahnya. Kalau ndak punya nasabah, mereka mau digaji dari mana?
Tapi, yang namanya BRI kan singkatan dari Bank Rakyat Indonesia? Di negeri ini, rakyat mana sih yang diperhatikan secara sungguh-sungguh oleh Negara? Hehehe… kecuali pejabatnya…
So, bayangkan bagaimana pelayanan aparat Pemda, yang digaji bukan dari nasabah atau pelanggan Pemda…
Nah, artinya, “mengelola” sumber daya manusia di pemerintahan sangat lah sulit.